Kitab Syarah Bulugul Maram
Penulis: Abdullah bin Abdurahman Al Bassam
Bab Shalat Jama’ah dan Imamah (Menjadi Imam)
Merapatkan Shaf Shalat
Hadits 334: Dari Anas Radhilallahu Anhu: Bahwa Nabiﷺ bersabda,”Rapatkanlah shaf-shaf kalian, saling berdekat diantara shaf dan sejajarkanlah leher kalian” (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i). Dinilah shahih oleh Ibnu Hibban.
Hal-Hal Penting dari Hadits:
- Hadits ini menunjukkan disunnahkannya merapatkan dan meluruskan shaf serta saling berdekatannya antar orang yang shalat; yaitu jangan sampai meninggalkan celah di dalam shaf (barisan shalat).
- Nabiﷺ bersabda, “Tidaklah kalian berbaris sebagaimana berbarisnya malaikat di hadapan Rabbnya?” Mereka berkata, “Bagaimana berbarisnya malaikat di hadapan Rabbnya?” Beliau bersabda, “Mereka menyempurnakan barisan demi barisan dan saling merapat dalam barisan.” Tidak ada perbedaan pendapat bahwa melurskan shaf hukumnya sunnah mu’akadah.
- Saling menempelkan mata kaki hukumnya sunnah mu’akadah, sebagaimana dalam hadits An-Nu’man bin Basyir, Rasulullah ﷺ bersabda, “Luruskan shaf-shaf kalian!” – beliau ucapkan tiga kali – Ia (Nu’man bin Basyir) mengatakan, “Lalu aku melihat orang menempelkan pundaknya dengan pundak temannya, dan mata kakinya dengan mata kaki temannya.”
Wallahu Ta’ala ‘Alam