Tiga Wasiat Nabi ﷺ

Kitab Syarah Riyadhus Shalihin
Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah

Bab 5 Muraqabah

Hadist 62. Tiga Wasiat Nabi ﷺ

عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ ” [رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح]

“Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskan (keburukan). Dan pergauilah manusia dengan akhlak yang mulia.” (HR. At-Tirmidzi, dan dia berkata: Hadits Hasan Shahih).

Wasiat Pertama: Bertakwalah lepada Allah dimana pun kamu berada.

  • Takwa yaitu menjauhi hal-hal yang diharamkan dan melakukan hal-hal yang diperintah.
  • Mengerjakan perintah Allah dengan Ikhlas dan mengikuti Rasulullah .
  • Misalnya melaksanankan kewajiban shalat secara sempurna dengan semua syarat, rukun, kewajiban, dan kesempurnaannya.

Wasiat Kedua: Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik maka ia akan menghapusnya.

  • Diantara kebaikan setelah keburukan adalah bertobat kepada Allah setelah melakukan dosa.
  • Nabi bersabda “Shalat lima waktu, shalat jum’at sampai jum’at berikutnya, Ramadhan sampai ke Ramadhan berikutnya merupakan penghapus dosa-dosa diantara keduanya selagi kamu meninggalkan dosa-dosa bersar.
  • Nabi bersabda “Umrah ke umrah yang berikutnya itu penghapus bagi dosa di antara keduanya.

Wasiat Ketiga: Bergaulah dengan mansuai dengan pergaulan yang baik.

  • Berinteraksi dengan manusia dengan interaksi yang baik, memuji mereka dan tidak mencela mereka.
  • Dengan wajah ceria, ucapan yang jujur, berbicara dengan baik dan akhlak-akhlak yang baik.
  • Nabi bersabda “Orang-orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka.

Wallahu A’lam

Tinggalkan komentar