10. Wajib mempelajari Ilmu Agama diatas Ilmu Dunia

Kitab Manzhumah Mimiyyah

Penulis: Asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad Al-Hakami Rahimahullah

Bab Intisari Wasiat Untuk Penuntut Ilmu

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya.

Berikut ini adalah catatan dari kajian dengan tema: Kitab Manzhumah Mimiyah – Bab Intisari Wasiat Untuk Penuntut Ilmu, oleh Ustadz Dzulqarnain M Sunusi Hafizhahullah Ta’ala. Rekaman video kajian lengkapnya dapat diakses disini.

Ini adalah intisari wasiat penuntut ilmu. Merupakan etika yang dipegang oleh penuntut ilmu. Wasiat untuk penuntut ilmu sangat luas. Tapi disini adalah intisari pokok bagi penuntut ilmu. Terkadang satu wasiat dari orang tua atau guru dalam menuntut ilmu, mencukupi kehidupannya dalam menuntut ilmu.

Bait Syair 74: Dahulukan ilmu yang wajib, yaitu ilmu-ilmu agama, karena dengan ilmu tersebut … akan menjadi jelas jalan petunjuk dan jalan yang mendatangkan siksa.

Pembahasan Pertama: Wajib mempelajari ilmu agama diatas ilmu dunia.

Wajib mendahulukan ilmu-ilmu agama diatas ilmu-ilmu dunia, karena pada ilmu agama itu akan tampak jelas petunjuk dan jalan menuju kepada siksaan.

Maksudnya ada dua:

  1. Kalau belajar didahulukan ilmu agama
  2. Kalau belajar ilmu agama, dia akan bisa membedakan antara petunjuk dan hal yang bisa menyesatkan.

Mempelajari ilmu agama adalah pokoknya. Mempelajari ilmu dunia tidak dilarang sebatas yang diperlukan.

Pembahasan Kedua: Agama akan memperbaiki segala yang patah

Bait Syair 75: Semua patah yang dialami pemuda, maka agamalah yang memperbaikinya … Sedangkan jika yang patah itu dalam agamanya maka akan sulit dan tidak membaik.

Setiap kepatahan pada anak muda, agama yang akan memperbaiki dan menutupinya. Tapi kalau patah didalam agamanya, sulit untuk diperbaiki.

Sehingga harus ada perhatian besar terhadap agamanya karena ini merupakan harta yang paling besar. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam berdoa: “Ya Allah jangan engkau jadikan musibah yang menimpa kami, pada agama kami”.

Wallahu Ta’alla A’lam

Tinggalkan komentar