Kitab Manzhumah Mimiyah – Bab Keutamaan Ilmu
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya.
Berikut ini adalah catatan dari kajian dengan tema: Kitab Manzhumah Mimiyah – Bab Keutamaan Ilmu, oleh Ustadz Dzulqarnain M Sunusi Hafizhahullah Ta’ala. Rekaman video kajian lengkapnya dapat diakses disini.
Kitab Manzhumah Mimiyah, Karya Syaikh Hâfizh bin Ahmad Al-Hakamiy rahimahullâh, Memuat seputar wasiat dan adab ilmiah.

Bait Syair 34: Al ‘ilmu yaa shohi yastagfir, Ilmu itu, wahai kawanku, dimohonkan ampun untuk penuntutnya. Ahlu samawati wal ardi minal lamami, yaitu oleh penduduk langit dan penduduk bumi, dari dosa-dosa.

Bait Syair 35: Kadaka tastagfiru hitanu fii lujajin, sebagaimana ikan-ikan didalam dasar lautan, juga memohonkan ampun untuk ahli ilmu, Fiidhaui wadhulami, disiang dan dimalam hari.
Dari Abu Darda, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Penuntut ilmu dimohonkan ampun oleh makhluk Allah dilangit (para malaikat) dan dibumi (manusia)
Apakah orang kafir dan orang fasik memohonkan ampun untuk orang yang berilmu?
Jawabannya, iya, Lisan ada dua macam: lisan keadaan dan lisan yang berbicara. Mungkin lisannya tidak berbicara, tetapi lisan keadaannya mensyukuri ahli ilmu. Karena kebaikan oleh seluruh orang yang berilmu baik diseluruh atas muka bumi. Sampai hewan dan makhluk yang lain pun aman. Sepanjang orang yang berilmu masih mengajarkan ilmu. Contohnya orang yang bakar hutan adalah bentuk kejahilan. Apabila diajarkan ilmu kepada mereka tentang melestarikan hutan, maka akan aman hutan itu.
Tegak dan baiknya sebuah negeri karena dua komponen: Pemerintah dan Ulama. Keduanya diperintah untuk diagungkan.
Wallahu A’lam
