12. Ilmu adalah penimbang dan penegak Syariat.

Kitab Manzhumah Mimiyah – Bab Keutamaan Ilmu

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya.

Berikut ini adalah catatan dari kajian dengan tema: Kitab Manzhumah Mimiyah – Bab Keutamaan Ilmu, oleh Ustadz Dzulqarnain M Sunusi Hafizhahullah Ta’ala. Rekaman video kajian lengkapnya dapat diakses disini.

Kitab Manzhumah Mimiyah, Karya Syaikh Hâfizh bin Ahmad Al-Hakamiy rahimahullâh, Memuat seputar wasiat dan adab ilmiah.

Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai keutamaan ilmu, melalui bait syair ke-29, yaitu mengenai ilmu yang menjadi penimbang dan penegak syariat.

Bait Syair 29: Al ‘ilmu Mijanu Syar’i illahi haitsu bihi, qiwaamuhu wa biduuni ‘ilmi lam yaqumi.

Al ‘ilm Mijanu Syar’i illahi, Ilmu itu adalah timbangan syariat Allah. Haitsu bihi qiwaamuhu, dimana dengan ilmu tegaknya syariat itu. Wa biduuni ‘ilmi lam yaqumi, dan tanpa ilmu tidak akan tegak syariat Allah.

Pembahasan: Ilmu itu adalah penimbang dan penegak syariat.

Dasar hal ini adalah surat Al-Hadid ayat 25:

Dalam tafsir Ibnu Katsir, “Allah telah mengutus rasul-rasul dengan membawa kejelasan-kejelasan”, maksudnya dengan mukjizat-mukjizat dan hujah-hujah yang mencengangkan . “Dan kami turunkan bersama mereka al-kitab”, maksudnya penulikan dengan penuh kepercayaan. “Dan timbangan” adalah keadilan.

Dalam ayat yang lain:

Ini semua berkenaan dengan ilmu yang merupakan timbangan syariat Allah. Maksudnya dengan ilmu, syariat Allah menjadi diketahui: halal-haram, hak-bathil, petunjuk-kesesatan, hukum-hukum dibedakan dengan ilmu. Dengan ilmu pula syariat ditegakkan. Rasulllallaah melakukan hal ini, beliau mendirikan syariat yang dimulainya dengan ilmu, dakwah tauhid, mendidik diatas ilmu syar’i. Dimana dengan sendirinya berdiri khilafah Islamiyah di Madinah.

Adapun tanpa ilmu, syariat tidak akan tegak. Tidak ada yang ditegakan apabila tidak ada ilmu syariat. Lebih jauh lagi, apabila tidak punya ilmu, bisa saja syariat ditegakan dengan hawa nafsu dan kebathilan.

Beberapa kelompok ingin mendirikan khilafah akan tetapi tidak dibagun diatas ilmu yang benar. Tidak usah berpikir menegakan syarait dalam negara, pikirkan untuk menegakan syariat pada diri sendiri yang berdasarkan ilmu. Mengajarkan ilmu, sibukan dengan taklim, dan besabar diatasnya. Sehingga dengan sendirinya dapat ditegakan syariat ditengah manusia.

Wallahu A’lam

Tinggalkan komentar