3. Ilmu Nikmat yang Utama dan Paling Besar

Kitab Manzhumah Mimiyah – Bab Keutamaan Ilmu

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya.

Berikut ini adalah catatan dari kajian dengan tema: Kitab Manzhumah Mimiyah – Bab 2 Keutamaan Ilmu, oleh Ustadz Dzulqarnain M Sunusi Hafizhahullah Ta’ala. Rekaman video kajian lengkapnya dapat diakses pada link berikut: Bagian 1, Bagian 2, Bagian 3.

Kitab Manzhumah Mimiyah, Karya Syaikh Hâfizh bin Ahmad Al-Hakamiy rahimahullâh, Memuat seputar wasiat dan adab ilmiah.

Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai keutamaan ilmu, melalui bait syair ke-7 sampai dengan bait syair ke-60 dari Kitab Manzhumah Mimiyah.

Ilmu adalah nikmat yang utama dan paling besar

Bait Syair 9 : wamtanna robbi ‘ala kulil ‘ibadi wakulil rusli bil ‘ilmi fadzkur akbaru ni’ami

Wamtanna rabbi, dan rabbku mengingkatkan anugerahnya. ‘ala kuli ‘ibadi, kepada seluruh hamba. wa kuli rusli, dan kepada seluruh rosul. bil ‘ilmi, berupa ilmu. Karena itu, fadzkur akbaro ni’ami, ingatlah nikmat yang paling besar. Ini menjelaskan bahwa ilmu itu nikmat terbesar.

Bait Syair 10: yakfiika fii dzaka uula suuratin najalat ‘ala nabiyika a’ni suurtal qolami

Yakfiika fii dzaka uula suuratin najalat, cukuplah untukmu didalam besarnya nikmat ilmu ini tentang awal surat yang turun, ‘ala nabiyika a’ni suurtal qolami, kepada nabimu yaitu surat Al-Qolam, maksudnya surat Al-Alaq yang disebut juga surah Al-Qolam.

Bait Syair 11: kadaka fii ‘adatihi laala qoddamahu dzikro waqoddamahu fii suurothin ni’ami.

Kadaka fii ‘adatihi laala qoddamahu dzikro, demikian pula didalam menghitung nikmat-nikmat Allah sebutkan nikmat ilmu paling didepan. Maksudnya disuatu surah didalammnya dihitung-hitung nikmat Allah yaitu surah Ar-Rahman. Dalam surah Ar-rahman nikmat yang paling pertama disebut adalah nikmat tentang ilmu., waqoddamahu fii suurothin ni’ami, demikian pula dikedepankan penyebutannya disurah An-Ni’am (An-Nahl). Karena didalam surah ini diuraikan tentang nikmat-nikmat Allah.

Nikmat pertama didalam surat An-Nahl di awal surah (ayat 1-2), Para malaikat membawa ruh artinya membahwa ilmu agama.

Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu, “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”.

Pembahasan Syair 9, 10 dan 11

Pembahasan 1: Al-‘Ilm akbaru ni’am: ilmu adalah nikmat yang terbesar

Ilmu adalah nikmat yang terbesar disebutkan oleh para Nabi dan kepada kaum mukminin dalam beberapa Firman Allah:

  • Nabi Muhammad shallallahu ailahi wasallam

  • Nabi Yusuf alaihi sallam:
  • Nabi Musa dan Nabi Isya alaihi sallam:
  • Nabi Daud alaihi sallam:
  • Nabi Khodir alaihi sallam:
  • Begitu juga Nabi Daud dan Nabi Sulaiman alaihi sallam, Nabi Sulaiman mewarisi ayahnya dengan ilmu dibeberapa tempat dalam Al-Qur’an
  • Kepada kaum mukminin, Allah berfirman:
Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Alkitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

Pembahasan 2: Awalin surotun najalat minal qur’an fii fadlil ‘ilmi wata’lim, Awal surah yang diturnkan dalam Al-Qur’an adalah tentang keutamaan ilmu dan pengajaran ilmu. Yaitu Surah Al-Qolam (Al-Alaq).

Iqra, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam diperintah membaca, ini merupakan bagian adab dalam ilmu.

Bismirobbika, dengan menyebut nama Rabb mu, artinya seorang penuntut ilmu tidak besandar kepada dirinya, tetapi bersandar kepada Rabb nya. Memohon pertolongan dengan menyebut asma-ul husna. Penuntut ilmu juga harus ikhlas dalam belajar

Aladzi khalaq, Allah maha pencipta segala sesuatu (umum)

Waladzi khalaqal ingsana, dikhususkan pada penciptaan manusia dari segumpal darah. Ini merupakan pertanda ketika Allah menyebutkan mengkhususkan penciptaan manusia, ini berarti manusia tidak akan ditinggalkan begitu saja. Akan diutus seorang Rasul. Ini peringatan bagi manusia apabila tidak belajar tidak akan menjadi baik. Dan apabila sudah berilmu harus ingat dicipta dari segumpal darah.

Iqra wa rabbukal akram, diperintah lagi untuk bacalah, dengan menyebut Rabb mu maha pemurah. Ini menandakan siapa yang belajar dan berusaha, maka Allah ini maha pemurah, dibukakan untuknya kebaikan. Sepanjang continue belajar, maka jangan khawatir akan dibukakan untuknya berbagai kemudahan. Hari ini diberi satu ilmu, maka nanti akan dimudahkan dapat ilmu yang lain, karena Allah Maha Pemurah. Sehingga penuntut ilmu harus banyak memohon berdo’a kepada Allah agar ditambahkan ilmu.

Aladzi ‘alama bil qolam, dia lah ALlah yang mengajari dengan qolam (pena).

‘Alamal ingsana malam ya’lam, mengajari manusia apa yang tidak diketahui.

Pembahasan 3: Penyebutan keutamaan ilmu dalam surah Ar-Rahman dan An-Nahl.

Di awal surat Ar-Rahman dan surat An-Nahl disebutkan nikmat yang terbesar yaitu nikmat Ilmu. Ini adalah nikmat yang terbesar, lebih besar dari kekuasaan, kedudukan, harta benda, anak dan istri, dan dunia beserta isinya. Apabila tidak belajar ilmu, maka tidak mengenal nikmat yang besar. Semakin memperdalam ilmu, maka akan semakin bersyukur kepada Allah.

Tinggalkan komentar