Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya.
Berikut ini adalah catatan dari kajian dengan tema: Al-Mulakhkhash Syarah Kitab Tauhid #4, oleh Ustadz Dzulqarnain M Sunusi Hafizhahullah Ta’ala. Rekaman video kajian lengkapnya bisa diakses disini.
Al-Mulakhkhash Syarah Kitab Tauhid, Penulis: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan Hafidzahullah
Bab I Tauhid
Dalil 1: Pendahuluan dan Dalil 1 QS. Adh-Dhaariyat Ayat 56
Dalil 2: Al-Qura’n Surat An-Naml Ayt 36
Dalil 3: Al-Qura’n Surat AL-Isra’ Ayat 23-24
DALIL 4: AL-QURAN SURAT AN-NISA AYAT 36

Firman Allah: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya”
PENJELASAN KATA DALAM AYAT
La tusyriku: jangan kalian berbuat kesyirikan, artinya tinggalkan kesyrikan itu.
Definisi Syirik
Syirik adalah menyamakan selain Allah dengan Allah, menyatarakan selain Allah dengan Allah pada hal hal-hal yang menjadi kekhususan Allah. Syirik itu dasarnya pokonya berserikat pada makna menyamakan Allah dengan selain Allah baik ucapan, amalan hati, maupun perbuatan.
Penyesalan penduduk neraka, mereka berkata kami menyamakan kalian (yaitu sembahan mereka pada saat di dunia) dengan Allah rabbul ‘alamain, salam surat as syura.
Jenis Syirik
Ada dua Jenis Syirik: akbar (besar) dan asghar (kecil). Keduanya berserikat dalam makna menyetarakan Allah dengan selain Allah.
Contoh syirik akbar: berdoa kepada selain Allah. Doa itu adalah ibadah khusus untuk Allah. Apabila diberikan kepada selain Allah, maka artinya disetarakan antara Allah dan selain Allah. Hal ini membatalkan keislaman.
Contoh syirik asghar: bersumpah dengan selain nama Allah, seperti demi ka’bah. Tidak boleh bersumpah demi ka’bah karena selain Allah. Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam tidak menyuruh mengulangi syahadatnya kepada yang berkata demikian, ini menunjukan bahwa islamnya tidak batal.
Syai’an: sesuatu apapun. Jangan kamu berbuat kesyirikan dengan sesuatu apapun. Ini adalah perintah umum dalam konteks larangan. Ini berlaku umum mencakup segala macam kesyirikan: kecil dan besar.
Makna ayat secara global
Allah memerintah hambanya untuk beribadah kepadaNya semata dan melarang kesyirikan. Allah tidak mengkhususkan dalam perintah kepadanya pada salah satu jenis ibadah baik shalat, doa atau dan lainnya. Hal ini supaya mencakup semua jenis ibadah yang hanya ditujukan kepada Allah. Sebagaimana Allah juga tidak mengkhususkan larangnaya pada satu jenis kesyirikan supaya mencakup semua jenis kesyirikan.
Hubungan antara ayat dan bab
Ayat ini dimulai dengan perintah untuk bertahuid dan larangan kesyrikian. Maka ini erat kain dengan makna tafsir tauhid yaitu untuk beribadah hanya kepada Allah dan larangan berbuat kesryikan.
FAEDAH AYAT
Pertama: Kewajiaban meng-esa-kan Allah dalam beribadah.
Allah telah perintahkan kewajiban ini dari awal. Sehingga ini menjadi kewajiban yang paling ditekankan dari seluruh kewajiban.
Kedua: Pengharaman kesyirikan
Allah telah melarang kesyirikan dan ini merupakan hal yang paling diharamkan. Dosa itu bertingkat-tingkat, harus tahu dosa yang paling besar dan harus dihindari. Dosa berbuat syirik (walaupun syirik kecil) adalah yang paling besar dibandingkan perbuatan maksiat.
Ketiga: Menjahui kesyriikan merupakan syarat sah ibadah.
Kesyirikan ini bisa membatalkan ibadah kita sebagaimana hadast yang membatalkan wudhu yang merupakan syaratnya suatu ibadah (shalat). Sehingga kita tidak bisa beribadah saja tanpa mengingkari kesyirikan.
Keempat: Syirik itu adalah haram baik banyak atau sedikit, baik besar atau kecil.
Perintah dalam bentuk larangan untuk tidak berbuat kesyrikan dalam ayat diatas adalah bersifat umum yang meliputi seluruh jenis kesyrikan.
Kelima: Tidak boleh menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun dalam ibadah.
Tidak boleh mmepersekutuakan Allah walaupun dengan para maalaikat dan para nabi, apalagi dengan para wali, berbahala, dan lainnya.
Wallahu ‘Alam