Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya.
Berikut ini adalah catatan dari kajian dengan tema: Al-Mulakhkhash Syarah Kitab Tauhid #1, oleh Ustadz Dzulqarnain M Sunusi Hafidzahullah. Rekaman video kajian lengkapnya bisa diakses disini.
Al-Mulakhkhash Syarah Kitab Tauhid, Penulis: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan Hafidzahullah
Bab 1 Tauhid (Hakikat dan Kedudukannya)
PENDAHULUAN
Beribadah kepada Allah:
Ibadah adalah bentuk kebahagian dalam hidup, tapi ada yang lebih membahagiakan yaitu mengkaji ayat dan hadist Nabi Shallalahu Alaihi wa Sallam yang mengingatkan tentang tauhid, bagaimana memurnikan ibadah kepada allah dan menghindari kesyirikan.
Para ulama terbiasa membahas tauhid dikalangan orang2 umum.
Tauhid secara bahasa
Penjelasan kata tauhid dan ayat :
Penjelasan tentang tahuid yang Allah wajibkan atas hamba2 nya. Asal kata tauhid mencakup seluruh bentuk dari tauhid: rububiyah, uluhiyah, dan al asma wa sifat. Dalam buku ini penjelasan mengandung tiga2nya tapi pokok bahasan beliau mengenai uluhiyah. Dan penjelasan apa yang bertentangan dengan tauhid.
Pembagian Tauhid dan Syirik
Tauhid yang perlu dipelajari:
- Terkait dengan dasar yg menyebabkan tauhid diterima: Apabila yg ini hilang, maka batal islamnya.
- Mempelajari tentang kesempuranaan tauhid:
- Kesempuranaan wajib. berdosa
- Kesempuranaan mustahaf (dianjurkan). dosa kecil
Kaidah kesyrikan:
- Syirik Akbar yang bisa membatalkan keislaman
- Bertentangan dengan kesempurnaannya
- Wajib
- Mustahaf
Tauhid adalah Fiqih Nabi dan Rosul. Tauhid pokok ajaran nabi para rosul
Tauhid paling jelas dan terang, lebih terang dari sholat, zakat dan lain2.
Arti kata tauhid
Arti Kitabu Tauhid
- Kitab: mengumpulkan huruf-huruf dan kata2.
- Tauhid: Menjadikannya satu atau tunggal. Mengesakan allah dengan ibadah (uluhiyah)
Dalil 1: Al-Quran Surat Adh-Dhaariyat Ayat 56
Hikmah Penciptaan Jin dan Manusia

Penjelasan Kata dalam Ayat
Setiap kata ibadah dalam Al-Quran adalah tauhid. Beribadah kepadaku artinya untuk mentauhidkan ku.
Wama kholaqtu: mencipatakan mengadakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan contohya tidak ada.
Liya’ budun: agar mereka beribadah kepadaku. Ibadah secara bahasa adalah merendahkan diri dan ketundukan. Secara syariat ibadah itu adalah kata yang universal yang mencakup segala sesuatu yang Allah cintai dan ridhoi. Ucapan dan perbuatan, baik segala amalan yang tampak dan tidak tampak. Ibadah ada yang terkait dengan hati, lisan, dan badan. Setiap maulamalah harus dilihat dari sudut ibadah.
Makna ayat secara global
Allah mengabarkan bahwa Allah tidaklah menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah keapadanya. Maka ayat ini adalah penjelasan tentang hikmah penciptaan manusia dan jin. Allah tidak menginginkan apaun dari mereka sebagaimana keinginan tuan dari budaknya.
Hubungan antara ayat dan bab ini
Ayat ini menunjukan tentang kewajiban bertauhid. Ciri ahli sunnah: mereka terangkan hukum dulu baru keutamannya. Biasanya dijelasankan keutamannya saja tanpa penjelsan hukumnya. Hukum itu untuk mengikat. Hukum adalah kewajiban, baru dijelaskan keutamaan. Ini adalah fikih dalam berdakwah.
Faedah ayat
- Kewajiban menegakan ibadah bagi seluruh makhluk: jin dan manusia
- Penjelasan tentang hikmah penciptaan jin dan manusia
- Bahwa sang penciptalah yang berhak mendapat peribadahan bukan selainnya yang tidak menciptakan.
- Penjelasan Allah tidak memerlukan makhluk-Nya dan penjelasan tentang perlunya para makhluk kepada Allah sebab Dialah yng mencipta dan mereka yang diciptakan.
- Penetapan adanya hikmah pada setiap perbuatan Allah ﷻ.
Wallahu A’lam

6 tanggapan untuk “Pendahuluan dan Dalil 1: Al-Mulakhkhash Syarah Kitab Tauhid”